Model atau Metode yang
direkomendasikan Pada Kurikulum 2013
Diatur dalam peraturan
menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 103 Th. 2014 beserta lampirannya
(pedoman pelaksanaan pembelajaran). Pembelajaran pada kurikulum 2013
menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan.
Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti pembelajaran
kontekstual. Selain itu dapat diterapkan model lainnya antara lain:
1.
Model
Inquiry Learning
Model inkuiri
merupakan suatu model pemnbelajaran dimana siswa memecahkan suatu masalah,
merencanakan dan melakukan eksperimen, megumpulkan dan menganalisis data, dan
menarik kesimpulan.
Adapun langkah-langkah model
inkuiri ini yaitu:
a. Observasi/mengamati
berbagi fenomena alam. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada
peserta didik bagaimana mengamati mana mengamati berbagai fakta atau fenomena
dalam mata pelajaran tertentu.
b. Mengajukan
pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi. Tahapan ini melatih peserta didik
untuk mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan menanya baik terhadap guru,
teman, atau melalui sumber yang lain.
c. Mengajukan
dugaan atau kemungkinan jawaban. Pada tahapan ini peserta didik dapat
mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari
pertanyaan yang diajukan.
d. Mengumpulkan
data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, sehingga pada
kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat
sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan.
e. Merumuskan
kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis,
sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.
2.
Model
Discovery Learning
Model Discovery
Learning merupakan model pembelajaran yang membantu siswa untuk memahami
konsep, hubungan dan mengelola hingga pada akhirnya peserta didik mampu menarik
suatu kesimpulan.
Langkah-langkah pada model
Discovery Learning yaitu:
a. Stimulation
(memberi stimulus)
Pertama-tama
guru memeberikan stimulun pada siswa. Membuat siswa dapat menimbulkan tanda
tanya, sehingga timbul keinginan siswa untuk menyelidiki sendiri.
b. Problem
Statement (mengidentifikasi masalah)
Pada tahap ini
peserta didik diharuskan menemukan permasalahan apa saja yang dihadapi
c. Data
Collecting (mengumpulkan data)
Pada tahapan ini
peserta didik diberikan pengalaman mencari informasi yang dapat digunakan untuk
menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.
d. Data
Processing (mengolah data)
Pada tahap ini
kegiatan mengolah data akan melatih peserta didik untuk mencoba dan
mengeksplorasi kemampuan pengetahuan konseptualnya untuk diaplikasikan pada
kehidupan nyata, sehingga kegiatan ini juga akan melatih keterampilan berfikir
logis dan aplikatif.
e. Verification
(memferifikasi).
Tahap
memferivikasi ini mendorong peserta didik untuk mengecek kebenaran hasil
pengolahan data, melalui kegiatan bertanya kepada teman, berdiskkusi, sumber
yang relevan baik dari buku, sehingga menjadi suatu kesimpulan.
f. Generalization
(menyimpulkan).
Pada kegiatan
ini peserta didik digiring untuk menggeneralisasikan hasil simpulannya pada
suatu kejadian atau permasalahan yang serupa, sehingga kegiatan ini juga dapat
melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.
3.
Project
Based Learning
Project Based Learning adalah model pembelajaran
yang menekankan pada pemanfaatan proyek dalam proses belajar mengajar dengan
tujuan memperdalam pembelajaran. Langkah pembelajaran dalam project based
learning adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan
pertanyaan atau penugasan proyek.
Pertama-tama menentukan pertanyaan mendasar
yang akan digunakan sebagai sebuah proyek.
b. Mendesain
perencanaan proyek.
Tahap ini sebagai langkah nyata untuk menjawab pertanyaan
yang ada. Maka dari itu disusunlah suatu perencanaan proyek.
c. Menyusun
jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek.
Penjadwalan merupakan sesuatu yang
sangat penting, sehingga proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang
tersedia dan sesuai dengan target.
d. Memonitor
kegiatan dan perkembangan proyek.
Pada tahap ini guru melakukan monitoring
terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek,
serta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
e. Menguji
hasil.
Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai
data lain dari berbagai sumber.
f. Mengevaluasi
kegiatan/pengalaman.
Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebagai
acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata
pelajaran lain.
4.
Problem
Based Learning
Problem Based
Learning merupakan suatu model pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk
saling bekerjasama dalam kelompoknya untuk mencari penyelesaian terhadap suatu
masalah. Adapun langkah-langkah pembelajaran model Problem Based Learning
adalah sebagai berikut:
a. Mengorientasi
peserta didik pada masalah.
Pada tahap ini
peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
b. Mengorganisasikan
kegiatan pembelajaran.
Pada tahap ini
peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan terhadap masalah kajian.
c. Membimbing
penyelidikan mandiri dan kelompok.
Pada tahap ini
peserta didik melakukan percobaan untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau
menyelesaikan masalah yang dikaji.
d. Mengembangkan
dan menyajikan hasil karya.
Tahap ini
peserta didik mulai mengembangkan dan menyajikan hasil karyanya yang ditemukan
dari percobaan dengan berbagai data dan sumber lain
e. Analisis
dan evaluasi proses pemecahan masalah
Tahap ini dimana
peserta didik mulai menganalisis dan mengevaluasi dari hasil atau jawaban yang
ada.