Rabu, 14 Februari 2018

Model atau Metode yang direkomendasikan Pada Kurikulum 2013

Diatur dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 103 Th. 2014 beserta lampirannya (pedoman pelaksanaan pembelajaran). Pembelajaran pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti pembelajaran kontekstual. Selain itu dapat diterapkan model lainnya antara lain:
1.      Model Inquiry Learning
Model inkuiri merupakan suatu model pemnbelajaran dimana siswa memecahkan suatu masalah, merencanakan dan melakukan eksperimen, megumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan.
Adapun langkah-langkah model inkuiri ini yaitu:
a.      Observasi/mengamati berbagi fenomena alam. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik bagaimana mengamati mana mengamati berbagai fakta atau fenomena dalam mata pelajaran tertentu.
b.    Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi. Tahapan ini melatih peserta didik untuk mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan menanya baik terhadap guru, teman, atau melalui sumber yang lain.
c.  Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban. Pada tahapan ini peserta didik dapat mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
d.    Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, sehingga pada kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan.
e.   Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.
   
2.      Model Discovery Learning
Model Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang membantu siswa untuk memahami konsep, hubungan dan mengelola hingga pada akhirnya peserta didik mampu menarik suatu kesimpulan.
Langkah-langkah pada model Discovery Learning yaitu:
a.       Stimulation (memberi stimulus)
Pertama-tama guru memeberikan stimulun pada siswa. Membuat siswa dapat menimbulkan tanda tanya, sehingga timbul keinginan siswa untuk menyelidiki sendiri.
b.      Problem Statement (mengidentifikasi masalah)
Pada tahap ini peserta didik diharuskan menemukan permasalahan apa saja yang dihadapi
c.       Data Collecting (mengumpulkan data)
Pada tahapan ini peserta didik diberikan pengalaman mencari informasi yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.
d.      Data Processing (mengolah data)
Pada tahap ini kegiatan mengolah data akan melatih peserta didik untuk mencoba dan mengeksplorasi kemampuan pengetahuan konseptualnya untuk diaplikasikan pada kehidupan nyata, sehingga kegiatan ini juga akan melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
e.       Verification (memferifikasi).
Tahap memferivikasi ini mendorong peserta didik untuk mengecek kebenaran hasil pengolahan data, melalui kegiatan bertanya kepada teman, berdiskkusi, sumber yang relevan baik dari buku, sehingga menjadi suatu kesimpulan.
f.       Generalization (menyimpulkan).
Pada kegiatan ini peserta didik digiring untuk menggeneralisasikan hasil simpulannya pada suatu kejadian atau permasalahan yang serupa, sehingga kegiatan ini juga dapat melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.

3.      Project Based Learning
Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan proyek dalam proses belajar mengajar dengan tujuan memperdalam pembelajaran. Langkah pembelajaran dalam project based learning adalah sebagai berikut:
a.    Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. 
             Pertama-tama menentukan pertanyaan mendasar yang akan digunakan sebagai sebuah proyek.
b.    Mendesain perencanaan proyek. 
             Tahap ini sebagai langkah nyata untuk menjawab pertanyaan yang ada. Maka dari itu disusunlah suatu perencanaan proyek.
c.      Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek.
          Penjadwalan merupakan sesuatu yang sangat penting, sehingga proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target.
d.    Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. 
            Pada tahap ini guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek,  serta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
e.    Menguji hasil. 
             Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.
f.     Mengevaluasi kegiatan/pengalaman. 
             Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain.
 
4.      Problem Based Learning
Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk saling bekerjasama dalam kelompoknya untuk mencari penyelesaian terhadap suatu masalah. Adapun langkah-langkah pembelajaran model Problem Based Learning adalah sebagai berikut:
a.       Mengorientasi peserta didik pada masalah. 
                 Pada tahap ini peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran. 
b.      Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran.
Pada tahap ini peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan terhadap masalah kajian.
c.       Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok.
Pada tahap ini peserta didik melakukan percobaan untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji.
d.      Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
Tahap ini peserta didik mulai mengembangkan dan menyajikan hasil karyanya yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data dan sumber lain
e.       Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
Tahap ini dimana peserta didik mulai menganalisis dan mengevaluasi dari hasil atau jawaban yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar