Konsep dan pendekatan sistem perencanaan dan pembelajaran
A.
Konsep
perencanaan sistem pembelajaran
1. Pengertian
perencanaan pembelajaran
Menurut Saepul maman Abdurahman perencanaan
pembelajaran merupakan sebuah rancangan atau persiapan yang dibuat oleh guru tentang
pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Demikian pula yang dipaparkan oleh
Nana Sudjana (Afandi 2009) yang menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran
merupakan kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam
suatu pembelajaran (PBM) yaitu dengan mengkoordinasikan (mengatur dan
merespons) komponen-komponen pembelajaran, sehingga arah kegiatan (tujuan), isi
kegiatan (materi), cara penyampaian kegiatan (metode dan teknik, serta
bagaimana mengukurnya (evaluasi) menjadi jelas dan sisitematis". Hal ini
berarti perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah mengatur dan menetapkan
komponen-komponen tujuan, bahan, metoda atau teknik, serta evaluasi atau
penilaian. Mengacu pada kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa
perencanaan pembelajaran merupakan rancangan yang disiapkan oleh seorang guru
sebelum melaksanakan suatu proses pembelajaran, mulai dari tujuan, materi,
media, pendekatan, metode, model, tekhnik, hingga evaluasi.
2. Prinsip
perencanaan pengajaran
Menurut Harjanto (Samrin
2015) prinsip dalam pengajaran yaitu sebagai berikut:
a.
Signifikansi
Perencanaan
pembelajaran harus memperhatikan signifikansi dan kegunaan sosial dari tujuan
pendidikan yang diajukan. Pengambilan keputusan harus mempunyai garis-garis
yang jelas dan mengajukan kriteria evaluasi. Signifikansi dapat ditentukan
berdasarkan kriteria yang dibangun di dalam proses perencanaan.
b.
Relevansi
Perencanaan
pembelajaran memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik atau
waktu yang tepat agar dapat dicapai secara optimal.
c.
Adaptif
Perencanaan
pembelajaran bersifat dinamik, sehingga
perlu mencari umpan balik. Penggunaan proses memungkinkan perencanaan
pembelajaran yang fleksibel, adaptif, realistis, yakni dapat dirancang untuk
menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.
d.
Feasibilitas
Feasibilitas
artinya perencanaan terkait dengan teknik dan estimasi biaya serta lainnya
dalam pertimbangan yang realistis.
e.
Kepastian
atau defenitivenes
Sekalipun
perlu banyak alternatif yang disediakan dalam perencanaan pembelajaran, konsep
kepastian dapat meminimumkan atau mengurangi kejadia-kejadian yang tidak
diduga.
f.
Ketelitian
atau psimoniuseness
Ketelitian
hendaknya diperhatikan agar perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk
sederhana dan sensitif terhadap kaitan- kaitan antara komponen pembelajaran.
g.
Waktu
Perencanaan
pembelajaran hendaknya dapat memprediksi kebutuhan masa depan, dan tetap
memperhatikan kemajuan zaman.
h.
Monitoring
Monotoring
berguna untuk mengetahui apakah komponen yang ada berjalan sebagaimana mestinya.
i.
Isi
perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan
Perencanaan pengajaran
perlu memuat hal-hal berikut ini:
1) Tujuan
apa yang diinginkan
2) Program
dan layanan
3) Tenaga
manusia
4) Keuangan
5) Bangunan
fisik
6) Struktur
organisasi
7) Kontek
sosial.
3. Karakteristrik
perencanaan pembelajaran
Menurut
Darwyn Syah (Fatimah 2015), menjelaskan terdapat beberapa karakteristik
perencanaan pengajaran yaitu :
a. Merupakan
proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep-konsepnya yang
dirancang oleh banyak orang.
b. Merupakan
konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk
mengharapkan demikian.
c. Perencanaan
terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat
dikategorikan menjadi prosedur-prosedur.
d. Perencanaan
pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu
mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam
manajemennya.
terdaoat pula berbagai macam karakteristik perencanaan pembelajaran, adapun karakteristiknya yaitu:
terdaoat pula berbagai macam karakteristik perencanaan pembelajaran, adapun karakteristiknya yaitu:
a. Penyusunan
perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar
b. Memiliki
tahapan-tahapan (persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut)
c. Sistematis
d. Pendekatan
sistem
e. Pembelajaran
yang humanis
4. Manfaat
perencanaan pembelajaran
Perencanaan pembelajaran memegang peranan penting untuk membantu guru agar
terlaksananya proses pembelajaran secara maksimal. Hal ini sejalan dengan
menurut Darwyn Syah (Fatimah: 2015), terdapat beberapa manfaat perencanaan
pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu sebagai berikut.
a.
Sebagai dasar, alat kontrol dan petunjuk arah kegiatan
dalam mencapai tujuan.
b.
Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang
bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan
c.
Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur
guru maupun unsur murid.
d.
Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan,
sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja
e.
Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan
kerja
f.
Untuk menghemat waktu, tenaga, alat- alat, dan biaya.
B.
Pendekatan
sistem dalam pembelajaran
1. Pengertian
sistem
Sistem adalah suatu
konsep yang abstrak yakni seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (oemar, H:2002). ciri utama suatu sitem adalah (1) suatu sistem memiliki tujuan, (2) untuk mencapai suatu tujuan sebuah sistem yang memiliki fungsi-fungsi tertentu, (3) untuk menggerakkan fungsi.
Menurut Mc Leod (Binus 2012) system adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan. Hal ini juga sejalan dengan pengertian sistem menurut Satzinger, dkk (Binus 2012) sistem merupakan sekumpulan komponen yang saling berhubungan dan bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan. Mengacu pada pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kumpulan , kesatuan atau seperangkat, dan penghubung yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.
2. Pengertian
pendekatan sistem
Pendekatan sistem adalah (1) Alat
atau teknik yang dirancang untuk memahami suatu sistem, (2) Suatu cara yang
dilakukan secara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan untuk melakukan
berbagai analisis terhadap suatu sitem.
ciri utama suatu sistem adalah (1)suatu sistem memiliki tujuan tertentu, (2) untuk mencapai tujuan sebuah sistem meiliki fungsi tertentu, (3) untuk menggerakkan fungsi, suatu sistem harus ditunjang oleh berbagai komponen (sanjaya, 2008:2).
3. Pembelajaran
sebagai suatu sistem
Oemar Hamalik (Abdah dan wahyuni 2015) menyatakan bahwa, “Sistem
pembelajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan”. Unsur manusiawi dalam sistem pembelajaran terdiri
atas siswa, guru/pengajar, serta orang-orang yang mendukung terhadap
keberhasilan proses pembelajaran, termasuk pustakawan, laboran, tenaga
administrasi bahkan mungkin penjaga kantin sekolah. Material adalah berbagai
bahan pelajaran yang dapat disajikan sebagai sumber belajar, misalnya
buku-buku, film, slide suara, foto, CD, dan lain sebagainya. Selanjutnya
fasilitas dan perlengkapan adalah segala sesuatu yang dapat mendukung terhadap
jalannya proses pembelajaran, misalnya ruang kelas, penerangan, perlengkapan
komputer, audio-visual dan lain sebagainya. Kemudian prosedur adalah
kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran misalnya, strategi
dan metode pembelajaran, jadwal pembelajaran, pelaksanaan evalusi, dan lain
sebagainya. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem
pembelajaaran tidak lepas dari unsur:
a.
Manusiawi
b.
Material maliputi buku, CD, dan lain-lain
c.
Fasilitas meliputi ruang kelas dan sebagainya
d.
perlengkapan dan prosedur.
Sistem pembelajaran
merupakan suatu kombinasi terorganisir yang meliputri unsur-unsur manusiawi,
material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai
suatu tujuan. Bentuk sederhana pendekatan sistem dalam pembelajaran
a) Mengidentifikasi
b) Mengembangkan
c) Mengevaluasi
d) merevisi
4. Manfaat
penerapan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran
Penggunaan
pendekatan sistem dalam pembelajaran bermanfaat sebagai:
a) Dapat
memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran
b) Menghasilkan
rumusan pembelajaran yang bermutu
c) Dapat
menyusun pembelajaran yang efektif dan efisien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar